Perkembangan
teknologi informasi dalam penyebaran informasi.
Menurut saya penyebaran teknologi
informasi pada saat ini sangatlah pesat, informasi dapat terus
tersebar dengan cepat dan dalam nilai
atau satuan yang besar, hal ini tentu sangat berbeda dengan
beberapa saat lalu saat penyebaran
informasi masih terbilang sulit. Salah satu media yang membuat
penyebaran informasi menjadi sangat
cepat dan besar adalah perkembangan teknologi internet yang
sekarang sedang dalam masa
kemajuannya, dimana setiap waktu lewat internet informasi terus
menyebar dalam skala yang besar.
hal ini memberikan banyak kemudahan
untuk kelangsungan hidup manusia karena dapat dengan mudah
melakukan penyebaran
informasi tanpa harus mengeluarkan tenaga untuk melakukan penyebaran informasi
secara langsung. Namun perkembangan ini dapat membuat manusia menjadi pemalas
dan lebih pasif karena
hanya bergantung kepada teknologi yang medianya sendiri.
Maka dari itu manusia diharapkan dapat
menggunakan teknologi ini dengan
bijaksana agar dapat meminimalisir dampak negative dari perkembangan
teknologi
informasi ini.
2. Peran Telematika dalam bidang Pendidikan :
1. Video Teleconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan
siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal
bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi
dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang
berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial
2. Pelatihan Jarak Jauh dalam
jaringan Cyber System
Pendidikan dan pelatihan jarak jauh
diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber
daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di
Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat
memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam
rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang
bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.
3. Perpustakaan Elektronik
(e-library)
Perpustakaan yang biasanya
arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat
dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam
berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress
merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian
informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.
4. Surat Elektronik (e-mail)
Dengan aplikasi sederhana seperti
e-mail maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan
mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi
kesulitan dapat bertanya lewat e-mail.
5. Ensiklopedia
Sebagian perusahan yang menjajakan
ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk
menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak
hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan
gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam
ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi
elektronik dapat diperbaharui.
6. Sistem Distribusi Bahan Secara
Elektronis ( digital )
Dengan adanya sistem ini maka
keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di
daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan
D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat
menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
7. Dokumen Elektronik (e-document)
Ilmu pengetahuan tersimpan dalam
berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah
atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan
tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam mudah
dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini
sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola
dalam suatu sistem.
3. Manfaat dan dampak Negatif dari Telematika
Manfaat Telematika antara lain :
Memudahkan kita dalam memperoleh
data/informasi dimana saja, dan kapan saja sesuai kebutuhan
Meningkatkan kinerja pelaku usaha
karena kemudahan pengaksesan informasi dan penyelenggaraan transaksi sehingga
dapat meningkatkan keuntungan secara ekonomi
Mencerdaskan masyarakat karena
masyarakat dapat dengan mudah menambah pengetahuan/informasi yang dimiliki
Memotong alur proses yang panjang
dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah
Mempererat hubungan antar personal,
antar wilayah dan antar Negara tanpa ada batasan ruang dan waktu
Meningkatkan dan memacu roda
perekonomian nasional
Dampak Negatif dari Telematika:
Meningkatnya tingkat kejahatan
menggunakan media internet seperti pencurian data kartu kredit dari nasabah
suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut
untuk keuntungan pribadi.
Informasi dan data yang mudah diperoleh tidak
hanya informasi yang bersifat positif tapi juga negative. Kurangnya keamanan
pengaksesan informasi negative dapat meningkatkan kejahatan dalam masyarakat,
seperti peredaran video porno di internet meningkatkan pemerkosaan dan
pelecehan seksual.
Kurangnya privasi pengguna, karena
kurangnya keamanan jaringan sehingga dapat dengan mudah disusupi oleh
hacker/cracker ataupun virus.
Meningginya individualisme
masyarakat, karena tidak ada batas ruang dan waktu menyelusur dunia maya
sehingga terkadang menjadi lupa diri, dan tidak mengenal sekitar.
Media Komunikasi apa saja yang
digunakan untuk Telematika
Media Komunikasi yang digunakan untuk
telematika antara lain:
-
Handphone
-
Internet
-
Video Conference
-
Radio
-
GPS
Perkembangan Telematika sebelum dan
sesudah Internet muncul
Perkembangan Telematika sebelum
Internet Muncul :
• Periode Rintisan (berlangsung pada akhir tahun 1970an – akhir
tahun 1980an) .
Pada periode rintisan ini penggunaan
telematika sangat terbatas. Pada periode ini, masa dimana beberapa orang
Indonesia belajar menggunakan telematika atau minimal mengetahuinya. Tahun
1980-an teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi
Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto
di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa
• Periode Pengenalan (berlangsung
tahun 1980an).
Jaringan radio amatir yang
jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga
merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari
panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai
Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an,
terus berkembang.
Perkembangan Telematika setelah
Internet Muncul :
• Periode Pengenalan Telematika.
Internet masuk ke Indonesia pada
tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya
tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP
(Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam
tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun
keterbukaan informasi ini, salah satu dampaknya adalah mendorong kesadaran
politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta
nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra
Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer,
internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise
internasional – TV kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia.
• Periode Aplikasi.
Pada periode ini, teknologi mobile
phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh
lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih.
Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun
televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini
hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan
jaringan internet berfasilitas wireless access point.
4. Bagaimana cara mengatasi dampak
negatif dari perkembangan telematika tersebut?
teliti dalam menggunakan teknologi informasi. Dibawah ini sebagian contoh
cara
menanggulangi dampak negatif dari teknologi informasi:
- Blokir situs-situs dan halaman web yang tidah
edukatif serta menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri.
- Atur waktu dan jadwal kegiatan menggunakan
teknologi informasi. Agar tidak berlebihan dalam penggunaanya.
- Waspada dan teliti dalam menggunakan setiap
produk teknologi informasi.
- Jangan menggunakan teknologi informasi untuk
melakukan kejahatan.
- Jangan hanya sibuk dengan produk teknologi informasi, lakukan kegiatan lain yang lebih berguna dan bermanfaat.